Showing posts with label FlashFiction. Show all posts
Showing posts with label FlashFiction. Show all posts

Tuesday, 17 September 2013

Buku Best Of Monday FlashFiction, silahkan dipesan!

Alhamdulillah...Sujud syukur kami sembahkan kehadirat Allah SWT.....Semua usaha dan pembelajaran kami ada hasilnya. Buku kumpulan terbaik Monday FlashFiction akhirnya sudah Online di Nulisbuku.com dan bisa di pesan


Kumpulan FlashFiction Dan Fiksi Mini


“Kamu terlambat 25 menit.”
Apa? Kulihat lagi jam tanganku, jam 09.37. Tapi saat itu kudengar dentang lonceng gereja sepuluh kali.
Kuraih entah tangan siapa yang lewat di dekatku, kulihat jam tangannya. Pukul sepuluh. Tangan yang lain, pukul sepuluh. Tangan yang lain lagi, pukul sepuluh.
Aku terduduk di lantai. Lemas. Mendengar riuh kaleng di belakang mobil pengantin yang kian jauh kian hilang. Membawa cintaku. Membawa Claraku, dan anakku di dalam tubuhnya.


Tulisan di atas adalah  penggalan FlashFiction yang berada di buku ini yang berjudul 25 Menit oleh Latree Manohara. Belum  dua karyaku yang lolos seleksi dan karya sobat lainnya yang aku rasa sangat bagus sekali untuk di baca.

 **************

Perkenalkan, kami adalah para pencinta FlashFiction yang tergabung dalam sebuah grup Monday FlashFiction. Buku ini berisi 30 lebih FlashFiction dan Fiksimini hasil seleksi ketat para membernya, yang merupakan sebuah eksekusi prompt yang dilemparkan di setiap Senin. Dengan terjualnya buku ini, maka kami ikhlas memberikan royalti yang terkumpul kepada yang membutuhkan. Ini merupakan satu bentuk syukur kami bahwa pembelajaran kami berjalan lancar, dan semoga ini menjadi motivasi bagi para Monday FlashFiction-er untuk lebih produktif lagi berkarya. Dan, semoga teman-teman lain yang belum kenal dengan FlashFiction bisa mengetahui keberadaannya. Semoga juga teman-teman Monday FlashFiction tetap semangat menulis dan berkarya.

Seleksi ini di lakukan bulan Juni yang lalu tahun 2013. Dengan sebuah perjuangan adminnya Monday FlashFiction sampai  setengah matinya  demi terwujudnya buku ini dan akhirnya Go Live. Ini merupakan kebanggaan bagiku yang mungkin sebagian orang tidak ada yang tau bahwa aku termasuk baru dalam hal tulis menulis maupun ngeblog. Awalnya bergabung  karena sebuah keindahan fiksi yang menurutku sangat indah dan enak di baca sebagai hiburanku. Terus terang sejak terbentuknya Monday FlasFiction pada tanggal 25 Januari 2013, kala itu aku sedang galau.. jiaahhh hahah udah tua masih galau ... Akhirnya aku ikut bergabung di grup ini di bulan yang bersamaan. Sejak aku tergabung dengan grup ini perasaan galaupun hilang, walaupun aku belum bisa sama sekali  nulis maupun bagaimana cara menulis yang baik  dan benar menurut EYD. Dengan percaya diriku akhirnya aku bisa menulis dan membuat sebuah karya. Melihat teman-teman membuat fiksi ada keinginan membuatnya, alhasil ternyata teman- teman disana banyak mengsuport dengan berbagai macam arahan yang menurutku sangat membangun. Mereka adalah grup yang solid, selain menjadi teman merekapun kadang menjadi guru yang bisa mengajarkanku sebuah penulisan Fiksi yang baik dan benar. Hikkkss....... aku menceritakan mereka jadi terharu sampai menitikkan air mata. Memang mereka baik-baik kok kenyataannya, apalagi adminnya yang senang hati mau membaca dan mengarahkan tulisan aku yang dari pertama kalian bisa cek sendiri disini bagaimana saya menulis dan kedepannya kalian lihat sendiri bagaimana perkembangan saya menulis disana. Bagaimana mereka membuat sebuah kritikan membangun, menjadikanku bisa menulis dengan baik,  walau disana masih banyak yang lebih baik dariku minimal ada dua karyaku yang berada di buku ini loh teman.


Mari kawan kita salurkan perasaan kita yang terpendam degan berkarya melalui Fiksi, sepertinya fiksi bisa menyembuhkan galau dengan karya penuh manfaat yang akhirnya royalti karya inipun juga akan di persembahkan sebagai bentuk syukur kami atas pembelajaran bersama dengan berbagi, bagi  yang membutuhkan. Yah...minimal membawa berkah bagiku sendiri dan kawan yang lainnya.

Untuk pemesanan, bisa langsung kesini. Semoga dengan terwujudnya buku ini menambah semangat aku untuk terus berkarya mengalahkan semua kegalauanku yang mungkin kurang mengenakkan hati jika kita share-share melalui media sosial. Jadilah sebuah karya yang indah dan kaya makna yang bisa mewakili jiwa. Yah itulah sebagian tulisan yang sering aku  buat, semua tentang cermin kehidupan  sehari-hari maupun sebuah peristiwa yang pernah aku baca dan aku  lihat dilingkungan sekitar.

Thursday, 13 June 2013

[FlashFiction] Gara-gara SIM

"Oke Sus, aku segera ke Rumah Sakit sekarang,"  sambil menutup Handphone, ku gaskan motorku menuju  Rumah Sakit.

Sekitar sepuluh motor terjaring razia Polisi, tepat di jalur Busway yang akan aku lalui. Mau mundur tanggung, majupun akhirnya aku ketemu sama pak Polisi itu.


Sunday, 17 February 2013

"PromptChallenge Quiz: Hamil "

" Rim.....akhirnya kamu kembali"

Net mameluk Rim dengan erat. Sambil menyeka air matanya yang tak terbendung lagi. Setelah lulus dari SD, Rim harus bekerja di Jakarta.

"Oalah Rim....kenapa gak nerusin sekolah, padahal kamu tuh pinter waktu SD" Sambut Mbah Mis.

 "Udahlah Mbah, gak usah diungkit lagi Rim senang kok jalaninnya"jawab Net yang tak lain adalah cucunya Mbah Mis.

Mereka berdua melepas kangen dengan mengobrol di ruang tamu. Sambil makan kue buatan Mbah Mis candaan mereka masih seperti anak baru beranjak dewasa. Menceritakan laki-laki yang di taksir Net  yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Rim menjadi pendengar setianya.

Hari menjelang sore, Rim berusaha beranjak pergi  dan berpamitan, karena harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri. Semenjak kedatangannya, Rim berusaha menemui sahabat-sahabatnya terlebih dahulu.

Dengan kedua adiknya yang masih sangat kecil-kecil dan Ayahnya yang dua tahun lalu pula meninggal karena kecelakaan membuat Rim sebagai anak pertama harus membantu mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Tak elak masa remaja Rim sedikit terenggut dengan tuntutan kebutuhannya untuk menopang kebutuhan keluarganya.

"Aku pulang dulu ya Net.besok kita sambung lagi ngobrolnya" pamit Rim.

"Iyo nduk.. besok biar Net yang main kesana. Net juga sendirian, Bapak Mamahnya aja belum pulang dari Jakarta"jawab Mbah Mis sambil mengulurkan tangan menyalamin Rim.

***

Pagi-pagi Net bergegas menemui Rim di rumahnya. Minggu adalah kesempatannya untuk bermain bareng Rim. Net tidak sabar karena kebiasaannya main lompat tali masih dilakukannya sejak sekolah SD bersama Rim dan Tina. Tina adalah temen Net yang kebetulan masih tetangga Rim.

"Tina.... main yuk"ajak Net  yang kebetulan sedang berada di depan rumah  tak jauh dari rumah Rim.

"Kita bangunin Rim  kayaknya masih tidur orangnya"sambil meraih tangan Tina.

"Assalamu'alaikum...." salam Net sambil mengetuk pintu.

"Iya...wa'alaikumsalam" jawab sesorang Ibu yang tak lain adalah Ibunya Rim.

"Rim masih tidur ya Bu, tumben sepi biasa pagi-pagi udah nyapu di halaman?" tanya Net pada Ibunya Rim

Sambil berkemas dan memasukkan baju di tas, tampak wajah Ibu Rim yang terlihat pucat membuat Net dan Tina sedikit kaget.Kedua adik Rim di gendong yang satu di tuntun.Sambil menenteng tas terlihat repot Ibu Rim saat itu.Net dan Tina   berusaha membantu membawakan tas.

" Mau kemana Bu?" tanya Net

" Mau ke Puskesmas" jawab Ibunya Rim.

"Siapa yang sakit" Net masih penasaran

"Rim...siapa lagi".jawab Ibunya yang tak sengaja meneteskan air matanya.

" Kemarin Rim sehat kok waktu main kerumah.Nih  mau ngajakin lompat tali" sambil menunjukkan rencengan tali karet kepada Ibunya Rim.

Ibunya Rim bergegas meninggalkan mereka tanpa memberi jawaban.Lalu mereka mengikuti dari belakang.Sesampainya di Puskesmas, terdapat Rim sedang tergolek lemah dan sakit.Net berusaha menghubungi Mbah Mis untuk segera menyusulnya.Dengan tergopoh-gopoh Mbah Mis sudah hadir bersama mereka.

 “Inna lillah! Bayi? Bayi apa? Kapan lahirnya kok tiba-tiba sudah ada jenazahnya? Kapan Rim hamil?” Mbah Mis memberondong Net dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba memberondong kepalanya.

Masih dalam kebingungan dan heran, Net berusaha mendekati Rim yang sejak tadi tak sadarkan diri
dan disusul Tina juga berusaha mendekat.

"Sebenarnya apa yang terjadi" tanya Net sama Ibunya Rim.

"Rim sebenarnya belum waktunya pulang, semenjak kejadian itu dia di pecat dari kerjaannya" jawab Ibunya Rim menahan kesedihan.

"kedadian opo toh"tanya Mbah Mis yang sejak tadi masih penasarannya.

"Rim hamil anaknya majikan, karena malu sang majikan memecat Rim dengan tuduhan mencuri dan harus di pulangkan.Kondisi Rim semakin buruk semenjak kehamilannya mengalami sedikit gangguan kesehatan karena dia belum cukup umur untuk menjadi seorang Ibu" jawab Ibu Rim sedikit pasrah dengan kondisi putrinya saat ini

"Tego temenan kae majikan" pernyataan Mbah Mis sambil berusaha mendekati Ibunya Rim .

"Piye meneh mbah, awakke dewe kie wis wong cilik ra iso berbuat opo-opo meneh"jawabnya Ibunya Rim sambil mengelus-mengelus tubuh Rim.

"Bayinya dimana" tanya Net pada Ibunya Rim.

"Masih di kamar jenazah"jawab Ibunya Rim yang tak henti-hentinya menangis.

Pertemuan kemarin kondisi Rim tampak sehat dan sedikit gemuk, membuat Rim seolah-olah tidak dalam kedaan hamil, membuat sahabatnya Net tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.Rim nampak ceria di depan sahabatnya.

"Rim....di balik keceriaanmu ada masalah yang luar biasa yang kau pendam."dalam hati Net bicara.

"Mana bayiku" tiba-tiba Rim sadar dari pingsannya berusaha mencari sesuatu sambil bergetar.

"Rim...!!" Tina dan Net memeluknya.

Mereka bertiga menangis memecahkan keheningan Puskesmas Dusun mereka. 


FF ini diikutkan dalam event PromptChallenge Quiz.















.









.


Friday, 8 February 2013

Prompt# 3 : Terlambat!

Sabtu ini adalah hari pertamaku ikut sebuah kursus pembuatan roti di daerah sekitar Fatmawati.Pukul sembilan tepat aku harus sampai sana.Jadi sekitar jam delapan aku mulai perjalanan dari Cengkareng, tiba-tiba sebelum berangkat ban motorku kempes karena ada paku.Akhirnya ku putuskan untuk mengendarai bis umum.Pikiranku sedikit kacau setelah diperjalanan.Jalan ternyata macet, aku pikir hari Sabtu jalan lenggang."Sepertinya aku akan terlambat di hari pertamaku kursus.....", gumamku.

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku.Kemudian aku ambil posisi bagian belakang karena bagian depan sudah penuh terisi.Mataku sedikit melihat sesorang tadi duduk dibagian depan.Sosok itu pernah aku kenal.Sambil berusaha menenangkan pikiran kuikuti kursus kue yang dimulai dengan teori yang dilanjutkan praktek.Sosok itu mengingatkanku pada seseorang yang pernah menambat hatiku saat itu dan kami harus putus dijalan karena orang tua menjodohkanku dengan laki-laki pilhannya.



Disesi praktek, aku berusaha menemui laki-laki tadi yang sempat menyita perhatianku.kemudian aku hampiri.
Betapa kagetnya saat itu ternyata laki-laki itu adalah  benar mantanku  yang dulu pernah ada dalam cerita hidupku.
"A...Arif?" sapaku.
"Hii, kok kita bisa ketemu ya disini."
"Lah kamunya ngapain laki-laki ikut kursus membuat roti?"
"Emang gak boleh laki-laki juga bikin kue? bukannya banyak tuh pembuat kue justru laki-laki?"
"Iya juga. lantas apa misimu kursus kue disini?"
"Sekedar hobby, kamu juga misi apa kesini?
"Kalau akukan jelas dari dulu Ibuku tukang kue, wajar kalau aku mau kembangin."


Aku bergegas pulang  sambil meyudahin pembicaaraanku terhadap laki-laki yang pernah ada dalam hidupku masa itu.Tiba-tiba Arif menarik lenganku.
"Kok buru-buru , mau kemana?"
"Aku ada janji sama suami dan anak-anakku jalan ke Mal."
"Entar dulu , ada yang ingin aku bicarakan sama kamu".
"Tentang apa?" sedikit penasaran.
"Setelah bertemu setelah hampir sepuluh tahun kamu ada perubahan ya.?"
"Berubah tua?"
"Sekarang kamu tambah cantik, aku suka kamu "
"telat ngomongnya, dan maksudnya apa ngomong seperti itu?"
"Biar tau kalau aku benar-benar suka"
"Sudahlah jangan kau ungkit lagi , itu masa lalu sekarang aku lagi ditunggu sama anak-anakku"


Dalam perjalananku sedikit kacau setelah Arif menyatakan sesuatu yang membuat aku sedikit tersanjung dan terlena akan kata-katanya.Masih dalam tanda tanya.Maksudnya apa juga bicara suka saat ini, padahal masing-masing sudah ada yang punya..

" Mama.kenapa malam sekali pulangnya? katanya tadi jam lima nyampe rumah".Sapa suamiku yang sejak tadi sedang menugguku.
"Ayo, sekarang berangkat aja ".jawabku sedikit kaget.
"Sudah jam berapa ma sekarang, liat jam gak?
"Jam.?"
Berusaha melihat jam dinding dirumah.Waktu menunjuk pukul jam sembilan.

"Ya udah gagal lagi jalannya ke Mal".Sahut salah satu anakku sedikit kecewa.
"Maafkan mama sayang, tadi jalan sedikit macet" berusaha menenangkan salah satu anakku.
Sambil berbicara dalam hati."padahal keterlambatanku ini juga karena baru ketemu sang mantan." 
"Coba kalau tadi aku tak ku gubris pembicaraanya, pasti aku tidak terlambat janjian sama anak suami"..sambil menghela nafas.






 

Monday, 28 January 2013

Prompt# 2 : Anganku Untuk Tampil Modis


Pagi ini Sri hendak ke Mall dekat rumahnya, dalam hatinya ingin mencari tas yang akan di pakai acara reunian kawan SMA nya yang akan diadakan Minggu besok. Dalam pikirannya mencari tas yang ada corak kulit ular sesuai baju yang akan dia pakai dalam acara tersebut.Sesampainya di sana Sri mulai melihat dan berusaha mencari tas yang dianggapnya menarik dan mungkin cocok dengan bajunya yaitu ada sedikit corak ular.Reuni kali ini merupakan  momen  yang sangat ia tunggu, dan kemauannya tampil cantik dan modis  ingin dia pamerkan kepada temannya dulu semasa SMA.Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatian Sri di tempat itu, matanya menatap benda yang menyita perhatiannya yaitu sebuah tas.

 

Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. Terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. Pikirannya kacau.

Dalam pikiran Sri , tas ini sepertinya cocok dipadukan dengan baju yang akan dia padukan, sedikit modis dan keren, tetapi yang membuat pikirannya kacau, harganya itu lho.Tas tersebut berulang kali dilihat, terus ditaruh kembali,hingga menemukan harga yang tertera di tas itu, sebenarnya Sri ingin membeli tas itu tapi harganya tidak sesuai budget yang ia bawa saat itu.Kemudian Sri membuka dompet uangnya disana hanya ada beberapa ratus ribu saja, dalam hatinya bicara ,"sebenarnya ada sih uang sedikit di Atm untuk menambah uang kekurangan yang ia bawa, tapi jika Sri ambil , sisanya uang di Atm tinggal beberapa puluh ribu saja". Kemudian dalam hatinya bicara kembali." Achh ,...kayaknya gak apa-apa deh, kapan lagi  bisa miliki tas yang sesuai dengan baju yang ia pakai, karena ia ingin tampil cantik saat momen itu." sambil bergumam.
Sri kembali menutup dompet yang sempat ia hitung dan hendak mengambil uang di atm, walau isinya juga sudah minim.Kemudian Sri keluar dari toko tersebut dan pergi ke Atm untuk mengambil uang.Setelah uang di dapat Sri kembali ke Toko itu dan betapa kagetnya nya dia dengan keadaan disana dan bertanya pada SPG(Sales Promotion Girls) disana,
" Mbak ,tas yang tadi disini kemana ya?..

"Sudah ada yang ngambil Mbak."

"Kan baru beberapa menit doang kok udah gak ada sih."tanya Sri sedikit kecewa.

"Maaf mbak , ini tas memang lagi banyak yang nyari."

"Terus ,masih ada stok lagi gak didalam.?dengan rasa penasarannya Sri.

"Maaf mbak , tas yang tadi disini barang terakhir kami."

Dengan perasaan sedih dan putus asa sri pun keluar toko tersebut, harapannya untuk tampil modis yang ingin pamerkan kepada teman-temannya mengalami kendala, dalam hatinya yang sedikit mengerutu, " mosok, aku harus beli baju lagi yang lain dan memadukan tas yang sesuai warna yang cocok"..ini aja sudah melebihi budget yang ia punya, karena kalau Sri  beli lagi warna baju dan tas yang cocok, tabungannya tidak mencukupi.

Sunday, 27 January 2013

Prompt #1: G-String Merah

Minggu ini aku berniat menemui dion ke apartemennya di kawasan Sudirman, sesampainya disana aku masih menemukan suasana masih sepi dan lampu didalam kamar terlihat masih redup, dan ku berusaha mengetuk pintu dan tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dan tak lain adalah dion sendiri, dan ku mulai masuk kamarnya dia dan bertanya " kok belum bangun jam segini , bukannya udah siang . biasanya kamu udah bangun dan sudah lari-lari keliling sudirman ...karena kalau hari minggu selalu ada car free day...?

Dion dengan malas sambil kembali tidur dan sambil memegang Hpnya yg gak lepas dari tangannya sambil berucap" lagi males".....
dan aku berusaha melihat sekeliling kamarnya yang masih berantakan, dan masih ada yang belum mengerti suasan minggu ini.
"semalam kamu pulang jam berapa hingga jam segini masih ngantuk?"tanya ku .
"jam delapan,emang kenapa? jawabnya singkat.
" iih ,aku tau kamu ma gara-gara ngantuk karena tuh HP gak pernah kamu tinggal kemana-kemana, yang whatshapan, yang, BBm-an,yang mandi pun kamu bawa, dunia serasa kamu seorang"....hujatku.
Dan masih penasarannya, ku berusaha merapikan baju disekitar kamarnya yang masih berantakan , dan tiba-tiba aku temukan sesuatu di balik bantal dion..apa itu tanya ku ...what... G-String, G-String merah...punya siapa tuh , dalam hati masih punya rasa pertanyaaan dan sedikit gundah" .



Dalam hati yang sedikit penasaran ku berusaha membangunnya Dion.."dion bangun, ini milik siapa hayooo...?" sambil kusodorkan benda itu. Dion kaget dan berusaha membuka matanya yang masih ngantuk sambil sedikit tergesa-gesa menjawab" oohh, itu... itu ..punya siapa ya..?
agak sedikit marah.." hayoo, kamu semalam sama siapa disini, wah jangan-jangan kamu .habis...gituan jadi kamu kesiangan deh bangunnya.."

Muka dion yang sedikit bingung dan berusaha menjawab pertanyaanku sambil melihat benda merah di genggamanku, kembali menjawab pertanyaanku "...eeh ,iya itu punya ku,...uup salah jawab?' sambil kebingungan.

Dengan tidak berusaha mnedengarkan penjelasan dari Dion , aku langsung pulang dan kabur tampa pamit sama dia. Setelah berhari-hari aku mendiamkan dion, karena adanya benda itu, aku menemukan jawaban itu , bahwa G-string warna merah itu adalah milik adiknya yang dari kampung kemarin ,yang sempet nginep di apartemen dion dan ketinggalan , karena dion jarang sekali membereskan kamarnya, hingga benda itu tercecer , sehingga timbul kecurigaan.


Thursday, 17 January 2013

Menggapai Harapan (fiksi)

Malam ini, dingin sekali setelah seharian merasakan banjir yang mengenangi berbagai jalan di Ibukota.Sedikit bersandar sambil kuselimutin kaki ini yang mulai merasakan dinginnya malam ini, sambil kulihat wajah suamiku yang sudah pulas tidurnya.Tak kusadari tanganku menyentuh sebuah foto yang berbingkai berada di bawah bantalku, sambil ku pandangin dua wajah anak yang begitu menggemaskan, wajah yang penuh harapan, mereka adalah kedua anakku, yang pertama umur sekitar tujuh tahunan dan yang kedua anak laki-lakiku yang baru berumur dua tahunan, mereka sengaja ku tinggalkan di kampung bersama neneknya karena kami disini sedang bekerja mencari nafkah demi mereka.

          Malam semakin dingin saja , berusaha ku peluk foto yang berada di pelukanku ini, ada perasaan kengen yang teramat ingin segera pulang kampung menemui mereka, tapi aku  sudah berjanji jika aku pulang nanti akan aku belikan baju baru tentunya, tapi saat ini tabunganku belum cukup untuk semuanya,sambil ku hela nafas dalam-dalam sambil berbisik dihadapan foto itu ." maafkan mama anakku , mama  belum bisa pulang bulan ini, mungkin bulan besok".Mengingat mereka yang sangat kecil aku tinggalkan dikampung bersama nenek sebenarnya membuat aku  merasa bersalah dengan mereka, karena aku merasa kurang memberi kasih sayang kepada mereka, aku terpaksa meninggalkan mereka untuk mencari tambahan keluarga dan sekedar membantu suami bekerja supaya kebutuhan kami tercukupi.Setiap aku mengingat mereka ada rasa berat hatiku karena mereka jauh dalam pelukanku, Tak terasa  air mataku menitik memandangi foto yang ada dalam dekapanku ini, sambil kembali berbisik, " maafkan mama, kalian masih sangat kecil untuk merasakan susahnya mencari nafkah , tapi mama janji akan jemput kalian setelah kalian besar nanti dan cukup mengerti akan kerasnya kehidupan. Jika mereka besar nanti kan kukasih tau, betapa sulitnya mencari nafkah di jakarta ini.Air mata ini tak lagi bisa ku bendung dan aku cukup sedih dengan keadaanku saat ini, memang berat meninggalkan mereka , tapi ini harus kami jalanin untuk kebahagian mereka nanti.

          Aku adalah penjual kue keliling ,aku keluar dari rumah jam enam pagi dengan mengendarai sepeda dan membawa kue dalam keranjang yang ditempatkan bagian belakang sepeda tersebut.Pagi-pagi aku harus keluar untuk menjajakan kue tersebut pintu kepintu, walau hari ini hujan dan banjir yang menggenangi sebagian jalan di daerah perumahan yang saya jajakan, tak menyurutkan semangatku untuk mengetuk pintu dan menuju pelangganku yang setia setiap pagi mengharapkan kue bikinanku, aku senang jika kue yang aku jajakan habis terjual tapi pagi ini karena ada banjir aku sedikit kesulitan untuk menjajakannya sehingga hari ini kue masih sisa, perasaanku sedikit kecewa, tapi aku tidak putus asa akan hal ini, jika kue ini sisa tetangga ku akan ku berikan, dan mereka cukup senang, cukup memberi kepuasan batin karena indahnya berbagi.

         Sedangkan suamiku seorang sopir pribadi yang gajinya cukup untuk membayar kontrakan kami tempati, kami mengontrak dua petak, yang satu untuk tidur kami dan yang satu untuk usaha kami , satu pintu dihargai limaratus ribu rupiah ,itu belum termasuk air dan listrik, jika di hitung -hitung dengan penghasilan suami yang gajinya sekitar dua jutaan kami bisa punya sisa simpanan sekitar lima ratus ribuan, melihat kondisi ini , sisa uang tadi aku olah kembali dengan berjualan membuat kue sehingga uang kami berkembang, dan dapat menopang kebutuhan rumah tangga kami dan mencukupi anak anak kami beserta nenek di kampung.

          --ting tong ting tong---

Ku dengar jam dinding  menunjuk arah jam dua belas malam, aku sadar aku sudah terlalu lama melamun malam ini, sambil ku gosokkan balsam ke kaki ku yang tampak kedinginan, sambil ku kembalikan foto kedua anakku ini kedalam bantalku, biar ku bisa bermimpi malam ini bersama mereka, "aku kangen mereka" sambil ku usap wajah mereka yang memberikan semangat disetiap langkahku,  seraya berbisik mama janji akan datang menemui mereka dan membelikan apa saja yang mereka mau supaya mereka senang jika ketemu aku nanti, sambil tersenyum keberusaha memejamkan mata sambil berdoa supaya aku bisa memimpikam mereka dalam mimipi-mimpiku malam ini.

       ---kring kring kring---

Suara jam beker itu berbunyi membangunkanku disaat mimpiku di mulai, perasaan baru sebentar aku tidur , waktu menunjuk jam tiga pagi, dan aku harus mempersiapkan daganganku pagi ini,dengan bersemangat kubasuh mukaku dan berwudhu untuk melaksanakan solat tahajud malam ini, supaya apa yang aku cita-citakan dapat dikabulkan oleh Allah...selesai sholat ku berdoa:

  "Ya Allah..terimakasih malam ini aku bertemu denganmu, mohon ampuni lah dosa-dosaku,dosa- dosa kedua orang tua ku , peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku sewaktu kecil, dan saat ini ya Allah sedang aku repotkan untuk mengurus kedua anakku, YaAllah yang maha pengampun dan penyanyang ..mohon ampuni dosa-dosaku yang telah meninggalkan kedua anakku dan memberi sedikit kasih sayangnya kepada mereka demi sedikit materi, Ya allah mohon ampuni dosaku Ya Allah semoga rizki yang kami terima memberikan berkah bagi keluarga kami semua amin dan mohon lindungi anak anak kami yang berada jauh disana , hanya kepadamu tempatku mengadu dan memohon perlindungan serta pertolongan , Aminn."

         Kembali ke dapur ku segera membuat dagangan, tiba-tiba ada suara telepon berdering dan segera aku angkat dengan perasaan penasaran, waktu menunjuk jam lima pagi , "ada apa gerangan ya"? itu pertanyaan dalam hatiku, disana aku dengar suara anak perempuan yang tak lain anakku perempuan yang bernama Siti, sambil sedikit menangis, aku bertanya " ada apa sayang, pagi-pagi telepon , gimana khabarnya, adik udah bangun belum?

"adik semalam muntah muntah ma, dan sekarang badannya panas "

sedikit kaget, "udah minum obat belum dedenya"?

"belum ma, sekarang dede pucat, dan lemes".

"mana nenek coba mama mau ngomong"..

"ya , tadi udah dikasih teh manis hangat ,nduk,entar siangan baru bawa ke dokter" saut ibuku yang disana.

"kenapa gak ke pak mantri aja, bu pagi -pagi gini mereka bisa diketuk pintunya"

"iya , entar di usahain," saut ibuku

"jangan sampai terlambat bu, kasihan budi" sebutan anakku laki-laki kedua ku .
 Sambil menyudahin pembicaraan telepon kami  dan kembali membuat kue untuk dagaganku pagi ini.

             Dengan perasaan agak kacau ku berusaha membenahi dagaganku yang mulai selesai, tapi aku masih kepikiran dengan anakku yang kedua ini yang baru berusia dua tahun harus sakit dan aku sedang tidak ada disampingnya, andai aku ada di sampingnya, "YA Allah" kembali kusebut nama-Mu berulang kali tak henti-hentinya air mataku ku ini mengalir atas kesedihan yaang menimpa anakku saat ini, cuma bisa mengandai-andai  aku ada disampingnya dan merasa bersalah aku tak berada disampingnya. seraya berdoa " Ya Allah mohon kesembuhan anakku yang bernama Budi", sangat kecil dia merasakan sakit itu dan aku hanya bisa berdoa saja tak bisa berbuat apa-apa.

           Sepeda yang yang kukayuh pagi ini terasa berat , entah kenapa , perasaan aku tadi pagi membuat kue cuma sedikit karena hari ini masih banjir, jadi cuma sebagian rumah yang ku ketuk, dan supaya tidak sisa seperti kemarin, mungkin hatiku yang banyak memikirkan anakku yang jauh disana lagi meradang menahan sakit,Aku segera mengayuh sepeda itu segera untuk kutawarkan kepelangganku pagi ini,.Alkhamdulillah pagi ini dagaganku habis dan aku segera mampir ke pasar untuk membeli bahan untuk membuat kue besok.Sesampainya di rumah waktu menujukkan angka sebelas ku kembali telepon menghubungi keadaan anak-anakku di kampung,

" hallo, ibu gimana khabar budi ? jadi di bawa ke pak dokter?"

"jadi ,dan sekarang dia lagi bobo tadi abis minum obat".saut ibuku.

Pesaaanku lega seraya berkata" syukurlah, siti gimana sekolahnya?"

balik ku bertanya anakku yang pertama kepada ibuku.

"Siti baik-baik aja kok" kata ibuku disana.

"ooh, ya syukurlah semua kembali normal dan baik-baik saja" sambil kututup kembali teleponku.

              Kembali ke dapur ku siapkan dagaganku untuk esok hari dengan semangat aku dapat memberikan terbaik bagi keluargaku dan anak-anakku , berharap banyak rizki esok hari , dengan membuat dagangan yang lebih hari ini.Dengan perasaan senang ku kembali beraktifitas membuat kue.Dan berharap ingin menemui mereka nanti ,selepas semua kerinduanku pada mereka.Mereka adalah semangatku untuk terus melangkah menggapai semua mimpi yang kami telah kami cita citakan, yaitu berkumpul bersama mereka jika mereka besar nanti dan hidup dalam kecukupan.Amin

                                                                                                                 

                                                                           Cengkareng,16 Januari 2013
                                                                            -sri.s-

            




           
           
           


Followers