Friday, 15 March 2013

Prompt # 5 : Dilema

Gambar dari Google.co.id


"Sudah berapa rokok Ron?" sapa Marni yang sejak tadi memperhatikannya. Roni hanya duduk didepan laptop kerjanya hanya bisa diam dan tak henti-hentinya merokok.

"Sudahlah"

"Apanya yang salah?"

"Dia cuma kawan"

"Tapi kenapa dia mengungkapkan sesuatu ?"

"Apa perasaanku yang menganggapnya lebih. Sri...Sri...." gumam Roni sambil menghela nafas.

"Hah...siapa tuh Sri?ada apa dengan Sri dan apa yang kalian lakukan Ron?" tanya Marni yang sejak tadi memperhatikan.

Kembali diisap rokok itu dalam-dalam kemudian dikepulkan menambah semakin panas ruangan kantor itu. Wajah Roni yang menunjukkan kegelisahan membuat rekan sekantornya Marni semakin penasaran.

"Tapi kenapa dia harus marah disuruh menjelaskan hubungan dengannya pada istrinya kalau tidak ada apa-apanya?" gumam Roni.

"Mungkin  ini pertama dan terakhir bertemu dengannya dalam dunia maya itu, keinginannya untuk menemui Sri kawan SMPnya itu sepertinya akan sirna. Lebih baik kehilangan teman daripada harus beradu paham dengan Ririn" perkataan Roni dalam bicaranya sendiri.

Mata Roni tertuju pada tumpukan lembaran kertas yang dikirim oleh jasa pengiriman tadi siang. Disana tercetak semua percakapan Sri dan Roni.

"Kurang kerjaan kamu Sri, kayak gitu aja kamu cetak dan dikirim kesini? maksudnya apa? Biar istriku cemburu? " masih dalam gumamnya  Roni dengan segala kegundahannya.


Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada dirinya sendiri.

Mengingat kejadian kemarin membuat rumah tangga Roni sedikit ada ketegangan dengan Ririn. Roni yang langsung marah akan pertanyaan istrinya tentang sms yang dikirim oleh Sri membuat perasaan Roni sedikit panik. Kepanikan Roni bertambah setelah ada kiriman  tentang bukti-bukti chatingannya dengan Sri.

Sebenarnya percakapan itu berisi tentang candaan dan sedikit rayuan gombal sana sini sehingga kesannya ada sesuatu yang pernah diungkap oleh Sri pada Roni tentang pertemuannnya di dunia maya. Tetapi keputusannya yang dia ambil kepada Sri  adalah untuk tidak menghubunginya lagi. Sri dengan pendapatnya sendiri bahwa chatingan itu tak berisi selingkuhan tapi mengapa Roni memutus pertemanannya. Roni dalam kebingungannnya.

"Tak ingin menyakiti perasaan Ririn saat ini karena sudah berjanji tidak akan menduakannya kembali seperti dahulu. Tapi kenapa ada kata menduakannya, bukannya didalam chatingan itu tak ada kata cinta?" Roni dalam dilema.

 Tiba-tiba terdengar suara sms di Hanphonenya,
."Ya sudah kalau ini semua maumu aku kan pergi maaf selama kehadiranku rumah tanggamu terjadi salah paham, tapi ingat aku akan menyapamu jika suatu saat nanti kita bertemu entah dimana aku kan menyapamu tanpa ada dendam di hatiku"  sms dari Sri.

Roni kembali duduk dan menahan segala rasanya. Dia masih dalam kegundahannya. Mungkin baginya melepas teman yang baru dia ketemukan didunia maya itu karena alasan kecemburuan dari istrinya. Cemburu dengan sms yang bertuliskan kata "say" didalamnya.


12 comments:

  1. Ooo..., gara-gara "say" ya Mak? kasian juga Roni, serba salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Ada tokoh baru yg mananya Sri juga ya mak, biar berasa pengalaman pribadi dan lebih menghayati hehehe
    semangat menulis ya mak, salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak boleh ya mak nulis sama dgn tokohnya..? makasih mau mampir...hehehehe

      Delete
  3. Makanya ati2 deh klo sms, jangan pake "say" segala Roni ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ceritanya masih kaku ya mak...belum luwess?

      Delete
  4. idenya keren, nambahin tokoh lain juga :). tapi kalo bahasanya dimampatkan lagi, pilihan katanya disederhanakan lagi, kayaknya bakal lebih oke mbak :)

    ReplyDelete
  5. #KFBlogWalking :)

    Cemburu memang tanda cinta ;) konon katanya demikian.

    ReplyDelete

Followers