Sunday, 17 February 2013

"PromptChallenge Quiz: Hamil "

" Rim.....akhirnya kamu kembali"

Net mameluk Rim dengan erat. Sambil menyeka air matanya yang tak terbendung lagi. Setelah lulus dari SD, Rim harus bekerja di Jakarta.

"Oalah Rim....kenapa gak nerusin sekolah, padahal kamu tuh pinter waktu SD" Sambut Mbah Mis.

 "Udahlah Mbah, gak usah diungkit lagi Rim senang kok jalaninnya"jawab Net yang tak lain adalah cucunya Mbah Mis.

Mereka berdua melepas kangen dengan mengobrol di ruang tamu. Sambil makan kue buatan Mbah Mis candaan mereka masih seperti anak baru beranjak dewasa. Menceritakan laki-laki yang di taksir Net  yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Rim menjadi pendengar setianya.

Hari menjelang sore, Rim berusaha beranjak pergi  dan berpamitan, karena harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri. Semenjak kedatangannya, Rim berusaha menemui sahabat-sahabatnya terlebih dahulu.

Dengan kedua adiknya yang masih sangat kecil-kecil dan Ayahnya yang dua tahun lalu pula meninggal karena kecelakaan membuat Rim sebagai anak pertama harus membantu mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Tak elak masa remaja Rim sedikit terenggut dengan tuntutan kebutuhannya untuk menopang kebutuhan keluarganya.

"Aku pulang dulu ya Net.besok kita sambung lagi ngobrolnya" pamit Rim.

"Iyo nduk.. besok biar Net yang main kesana. Net juga sendirian, Bapak Mamahnya aja belum pulang dari Jakarta"jawab Mbah Mis sambil mengulurkan tangan menyalamin Rim.

***

Pagi-pagi Net bergegas menemui Rim di rumahnya. Minggu adalah kesempatannya untuk bermain bareng Rim. Net tidak sabar karena kebiasaannya main lompat tali masih dilakukannya sejak sekolah SD bersama Rim dan Tina. Tina adalah temen Net yang kebetulan masih tetangga Rim.

"Tina.... main yuk"ajak Net  yang kebetulan sedang berada di depan rumah  tak jauh dari rumah Rim.

"Kita bangunin Rim  kayaknya masih tidur orangnya"sambil meraih tangan Tina.

"Assalamu'alaikum...." salam Net sambil mengetuk pintu.

"Iya...wa'alaikumsalam" jawab sesorang Ibu yang tak lain adalah Ibunya Rim.

"Rim masih tidur ya Bu, tumben sepi biasa pagi-pagi udah nyapu di halaman?" tanya Net pada Ibunya Rim

Sambil berkemas dan memasukkan baju di tas, tampak wajah Ibu Rim yang terlihat pucat membuat Net dan Tina sedikit kaget.Kedua adik Rim di gendong yang satu di tuntun.Sambil menenteng tas terlihat repot Ibu Rim saat itu.Net dan Tina   berusaha membantu membawakan tas.

" Mau kemana Bu?" tanya Net

" Mau ke Puskesmas" jawab Ibunya Rim.

"Siapa yang sakit" Net masih penasaran

"Rim...siapa lagi".jawab Ibunya yang tak sengaja meneteskan air matanya.

" Kemarin Rim sehat kok waktu main kerumah.Nih  mau ngajakin lompat tali" sambil menunjukkan rencengan tali karet kepada Ibunya Rim.

Ibunya Rim bergegas meninggalkan mereka tanpa memberi jawaban.Lalu mereka mengikuti dari belakang.Sesampainya di Puskesmas, terdapat Rim sedang tergolek lemah dan sakit.Net berusaha menghubungi Mbah Mis untuk segera menyusulnya.Dengan tergopoh-gopoh Mbah Mis sudah hadir bersama mereka.

 “Inna lillah! Bayi? Bayi apa? Kapan lahirnya kok tiba-tiba sudah ada jenazahnya? Kapan Rim hamil?” Mbah Mis memberondong Net dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba memberondong kepalanya.

Masih dalam kebingungan dan heran, Net berusaha mendekati Rim yang sejak tadi tak sadarkan diri
dan disusul Tina juga berusaha mendekat.

"Sebenarnya apa yang terjadi" tanya Net sama Ibunya Rim.

"Rim sebenarnya belum waktunya pulang, semenjak kejadian itu dia di pecat dari kerjaannya" jawab Ibunya Rim menahan kesedihan.

"kedadian opo toh"tanya Mbah Mis yang sejak tadi masih penasarannya.

"Rim hamil anaknya majikan, karena malu sang majikan memecat Rim dengan tuduhan mencuri dan harus di pulangkan.Kondisi Rim semakin buruk semenjak kehamilannya mengalami sedikit gangguan kesehatan karena dia belum cukup umur untuk menjadi seorang Ibu" jawab Ibu Rim sedikit pasrah dengan kondisi putrinya saat ini

"Tego temenan kae majikan" pernyataan Mbah Mis sambil berusaha mendekati Ibunya Rim .

"Piye meneh mbah, awakke dewe kie wis wong cilik ra iso berbuat opo-opo meneh"jawabnya Ibunya Rim sambil mengelus-mengelus tubuh Rim.

"Bayinya dimana" tanya Net pada Ibunya Rim.

"Masih di kamar jenazah"jawab Ibunya Rim yang tak henti-hentinya menangis.

Pertemuan kemarin kondisi Rim tampak sehat dan sedikit gemuk, membuat Rim seolah-olah tidak dalam kedaan hamil, membuat sahabatnya Net tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.Rim nampak ceria di depan sahabatnya.

"Rim....di balik keceriaanmu ada masalah yang luar biasa yang kau pendam."dalam hati Net bicara.

"Mana bayiku" tiba-tiba Rim sadar dari pingsannya berusaha mencari sesuatu sambil bergetar.

"Rim...!!" Tina dan Net memeluknya.

Mereka bertiga menangis memecahkan keheningan Puskesmas Dusun mereka. 


FF ini diikutkan dalam event PromptChallenge Quiz.















.









.


18 comments:

  1. mak, idenya oke loh sebenernya, tapi judul kurang pas. karena ini flashfiction, jadi enaknya bikin judul yang bikin orang penasaran. kalo judulnya kyk di atas ini, orang yg mau baca jg udah tau jalan ceritanya pasti salah satu di antara tokoh cerita ini ada yg hamil di bawah umur. Itu aja sih saranku, semoga judul2 ff berikutnya bisa lebih bikin penasaran lagi yaaa :)
    *ketjup*

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. mak mira aku senang lho ditengongin sang juara blog...merasa tersanjung...makasih ya mak

      Delete
  3. duh...kasihan...sedihnya...bayangin anak sekecil itu hamil dan kehilangan bayi...huwaaa...mewek...;-(

    ReplyDelete
  4. menyedihkan mak.... :(
    tapi setau saya, FF tu ga perlu banyak deskripsi ya mak? hehe... maafkeun jika salah, masih belajar juga :)

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. mak latre...oke doang....kritikannya mana dong...apa yg perku aku perbaikin?

      Delete
  6. Duh kasihan si Rim, kehilangan bayi dan pekerjaan sekaligus ..

    ReplyDelete
  7. Saya setuju sama mba Isti. Sebaiknya judulnya jangan mewakili isinya. Kalau bisa yang memancing pembaca supaya penasaran. Selain itu, ada beberapa penulisan yang harus diperbaiki. Setelah titik spasi dulu baru memulai kalimat baru. Trus penulisan kata 'assalamu alaikum' nggak pakai huruf G sepertinya.. :)

    IMHO

    ReplyDelete
  8. hiks... :-(
    cuma typo tanda baca aja mak :-)
    sukses ya :-)

    ReplyDelete
  9. hiks, sedihnya :(. ini akan tambah keren kalo susunan kalimatnya diperbaiki kayaknya yah?

    ReplyDelete

Followers